komisi agen properti

meeting agen properti Nouka Village

Berapa biaya komisi agen properti? Ini yaitu pertanyaan yang kerap kali ditanyakan oleh pemilik yang berkeinginan memasarkan rumah mereka via jasa agen properti, baik format perusahaan ataupun individu.

Seperti yang kita ketahui, komisi atau biaya layanan agen properti cukup besar dan tidak dapat dihindari seandainya kita berkeinginan meminta bantuan mereka. Tapi ada sebagian hal yang perlu kita pahami dan observasi sehingga kita dapat menghemat pengeluaran ini, termasuk dengan mempelajari dan memahami kontrak serta biaya layanan atau biaya untuk agen.

Komisi layanan agen properti bervariasi, untuk agen tradisional, semisal, ada angka 20 Juta Rupiah untuk rumah dengan harga jual sekitar 400 hingga 800 Juta atau menggunakan metode 2.5 persen hingga 8 persen. Ada juga yang upahnya cocok dengan kesepakatan bersama atau tergantung harga jual rumah.

Jika ada agen yang tidak menetapkan harga atau meminta persentase dari penjualan properti, agen juga dapat lebih memilih metode UP, di mana pemilik rumah memberikan angka yang diharapkan dan agen akan menaikkan harga, perbedaan dari nilai itu yaitu biaya untuk agen.

Lain halnya dengan agen formal atau lebih dikenal dengan broker, yang umumnya akan mendapat upah sekitar 2 – 3,5% dari nilai penjualan. Untuk transaksi yang tidak dalam format penjualan, yaitu sewa, umumnya yang wajib kita keluarkan untuk agen properti dapat mencapai 5%.

Untuk menghemat biaya agen dengan biaya layanan kompetitif, selain agen dan broker tradisional, Anda juga dapat menggunakan layanan properti portal online. Tentu saja ini dapat menghemat biaya layanan agen properti yang signifikan karena di layanan property online Andalah yang memasarkan properti Anda.

Hal lain yang perlu Anda ingat juga yaitu rajin bertanya terhadap agen apakah ada isi kontrak layanan yang tidak di pahami atau tidak, dan pelajari juga layanan apa yang akan Anda peroleh dengan jumlah biaya konsisten. Intinya yaitu jangan hingga ada sesuatu yang tersangkut di hati Anda. Dengan mengenal semuanya secara terperinci, tentu saja nanti Anda akan tahu apakah ada sesuatu yang dapat dirundingkan.

Setelah semuanya terang, negosiasikan tentang biaya, apakah masih dapat dikurangi dan disesuaikan lagi karena sebagian besar agen juga umumnya cukup fleksibel dan mencoba untuk memajukan kepentingan klien mereka. Jika ini tercapai, tentu saja apa yang akan diperoleh kedua belah pihak yaitu solusi terbaik.

Komisi Agen Properti di Indonesia

Dalam menjual property yang Anda jual atau sewa kepada orang lain, Anda dapat melakukannya sendiri atau menerapkan jasa agen properti. Jika Anda memilih langkah kedua, mungkin lain kali Anda bertanya-tanya tentang tingkat komisi agen properti secara umum di Indonesia sehingga Anda dapat menyiapkan dana yang cukup untuk kemudian membayar layanan mereka. Artikel ini akan memberikan ringkasan singkat tentang ini, dan kami mau Anda akan menemukan informasi dan jawaban yang Anda cari.

Layanan broker properti sekali-sekali sungguh-sungguh dibutuhkan ketika kita mau menjual, membeli, atau menyewakan properti, terlebih bagi mereka yang tak terbiasa dengan dunia properti dan mau menjual, membeli, atau menyewakan properti dengan harga yang wajar.

Masalahnya adalah, mereka yang tak terbiasa dengan dunia properti sering kali tak tahu, berapa banyak komisi broker properti semestinya diberikan sebagai imbalan atas layanan untuk bantuan yang sudah mereka berikan?

Untuk menjawab pertanyaan itu, satu hal semestinya digarisbawahi bahwa tak ada hukum yang mengikat tentang berapa banyak komisi yang semestinya diberikan kepada broker atau broker properti.

Nilai ini tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Cuma saja, menurut hukum tak tertulis, dalam pelaksanaan jual beli properti, yang semestinya memberi komisi adalah penerima uang atau penjual, meski ada kalanya kesepakatan antara penjual dan pembeli, broker itu komisi dapat ditanggung oleh keduanya.

Karena tak ada hukum yang mengikat, untuk memberikan gambaran tentang berapa banyak penghargaan broker properti, maka yang dapat dilaksanakan adalah menyediakan bentang bentang komisi.

Kisaran komisi dibagi menjadi beberapa hukum tak tertulis, baik untuk pialang properti bersertifikat (tergabung dalam perusahaan) ataupun freelance atau pialang properti tradisional.

Regulasi pemerintah

Ternyata, batas jumlah agen properti atau komisi broker telah ditetapkan dalam kebijakan pemerintah tertentu. Pembatasan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 51 / M-DAG / PER / 7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (P4). Peraturan ini menyatakan bahwa dalam melakukan layanan pembelian dan penjualan dan penyewaan, P4 berhak menerima komisi. Sementara itu, untuk penjualan dan pembelian layanan properti, jumlah komisi yang diberikan setidaknya 2% dari nilai transaksi.

Nilai komisi agen properti maksimum dipatok paling banyak 5% dari nilai transaksi. Untuk komisi pada layanan penyewaan properti, jumlah komisi yang berhak diterima oleh P4 dari pengguna layanan, setidaknya 5% dari nilai transaksi.

Sementara itu, komisi maksimum yang diizinkan hanya 8% dari nilai transaksi. Jika dibandingkan dengan peraturan sebelumnya, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 33 / M-DAG / PER / 8/2008 yang kemudian direvisi menjadi Permendag No. 107 / M-DAG / PER / 12/2015 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, ukuran komisi sangat berbeda.

Dalam peraturan lama, nilai komisi agen properti pada layanan pembelian dan penjualan dan penyewaan properti dipatok setidaknya 2% dari nilai transaksi. Tetapi untuk jumlah komisi maksimum, itu tidak diatur. Inilah sebabnya mengapa peraturan ini diperbarui sebagai penegasan dan penyempurnaan agar agen tidak sewenang-wenang.

Komisi Agen Properti

Kisaran komisi ini dibagi menjadi beberapa aturan tidak tertulis, baik untuk agen properti bersertifikat (tergabung dalam perusahaan) maupun freelance atau agen properti tradisional.

Agen Properti Profesional

Pialang bersertifikat biasanya membebankan biaya yang berbeda tergantung pada nilai jual beli. Namun, untuk transaksi dengan nilai di atas 3 miliar, biasanya jumlah komisi agen properti minimal 1 persen, untuk nilai jual properti antara 500 juta – 3 miliar komisi dibayar oleh penjual 1,5 – 2,5 persen, sementara untuk transaksi dengan nilai di bawah komisi R500 juta sebesar 3 persen.

Komisi ini selanjutnya dibagi antara broker dan perusahaan yang porsinya sesuai dengan kebijakan yang berlaku di masing-masing perusahaan.

Agen Properti Tradisional

Bagi mereka yang meminta persentase sebagai broker bersertifikat, jumlahnya sekitar 5-8 persen dari jumlah transaksi jual beli. Terkadang mereka juga mematok harga layanan dalam bentuk tetap, seperti meminta bayaran sebesar 20.000.000 jika Anda mampu menjual rumah dengan kisaran harga 400 juta – 800 juta.

Metode lain yang digunakan oleh broker tradisional untuk meminta komisi adalah “MenUP harga”. Tujuan meninggalkan harga adalah penjual menetapkan harga dasar sementara broker membuat harganya sendiri di atas harga dasar. Jika rumah dijual dengan harga yang dibuat oleh broker, maka uang yang tersisa dari harga jual dikurangi dengan harga dasar adalah hak agen properti.

Nouka Village juga saat ini sedang membuka marketing freelance untuk membantu melebarkan sayap pemasaran kami, jika anda termasuk salah satu yang senang memasarkan property mungkin ini adalah berita bagus untuk anda. Jika anda tertarik untuk menjadi marketing freelance Nouka Village, anda dapat menghubungi kami untuk informasi lebih jelasnya.